Formal Reasoning untuk Hidup
Sadar ga sih, akal sehat kadang ga sehat, padahal namanya sehat?
Akal sehat itu cuma kumpulan bias yang kita warisi dan kemudian kita bilang ini fakta.
Formal Reasoning
Sebuah penelitian ilmiah mengatakan bahwa untuk melawan bias kita butuh formal reasoning. Apa itu? Itu adalah sebuah metode yang sudah diberikan standar agar kita bisa menilai sebuah argumen sah atau tidak sah.
Formal reasoning adalah tugas yang berat. Salah satu standarnya adalah metode penelitian (latar belakang, ruang lingkup, perumusan masalah dsb). Metode seperti ini meminimalkan celah bagi sesat pikir dengan memaksa setiap langkah terbukti secara struktural.
Ada yang mau skripsi lagi setelah berjuang sampai sidang?
Karena skripsi itu berat (dan saya ga selesai juga), maka kita seringkali menggunakan informal reasoning untuk mengarungi kehidupan ini.
Apa pun yang menggerakkan keputusan anda, kebanyakan berawal dari informal reasoning. Itu lah yang membuat kacamata anda dan sudut pandang anda.
Mengganti Kacamata Anda
Metode ilmiah adalah bentuk tertinggi yang bisa ditemukan oleh manusia dari formal reasoning. Sama seperti komputer, metode ilmiah dirancang untuk membantu manusia hidup dengan menggunakan kacamata yang ‘lebih jernih’ daripada hanya mengandalkan intuisi semata.
Kita hidup di dunia yang tidak terbatas. Kita bisa melihat kejadian ribuan kilometer di seluruh penjuru dunia hanya dengan menggunakan sebuah kotak setan. Jika kita tidak membuat kacamata kita lebih jernih, kita hanya akan melihat kekacauan di mana-mana.
Lihatlah dunia yang begitu luas ini dengan kacamata yang jernih, bukan hanya dengan ‘akal sehat’ yang buram.